PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABATAN KEPALA SEKOLAH TAHUN AJARAN 2024/2025

Bandar Lampung, 8 Juli 2024 tepatnya hari senin, Yayasan Xaverius Tanjung Karang melaksanakan Misa Pembukaan Tahun Ajaran 2024/2025 sekaligus pelantikan dan serah terima jabatan kepala sekolah. Kegiatan ini dihadiri oleh Mgr. Vinsensius Triatmojo selaku Uskup Keuskupan Tanjung Karang serta 6 romo, pengurus Yayasan Xaverius ,kepala sekolah lama  dan kepala sekolah baru Yayasan dari berbagai unit yaitu wilayah Bandar Lampung, Kota Bumi, Kalianda, Sri Menanti, Terbanggi Besar, Gunung Batin, Margo Lestari, Metro, Pringsewu, Gisting dan Kalirejo. Kegiatan ini dibuka dengan misa yang dipimpin oleh Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo dan 6 romo RD. Andreas Sutrisno, RD. Pius Wahyo Adityo Raharjo, RD. Piet Yoenanta Sukowiluyo, RD. Cornelius Anjarsi, RD. Fransiskus Agus Triyono, RD. Lukas Raditya. Petugas liturgi, lektor Yuliana Pramita Sari selaku kepala sekolah TK Xaverius 2 Bandar Lampung dan Robertus Bayu Wibowo selaku kepala sekolah  SMP Xaverius Metro.

Petugas Pemazmur Natalia Sri Westari selaku kepala sekolah TK Xaverius 3 Bandar Lampung. Dalam homilinya Mgr.Vinsensius Setiawan Triatmojo mengatakan “Hidup harus punya prinsip pribadi tergantung dari pola pikir cara melihat atau memandang, paradigma. Paradigma pola prinsip dan pola pikir bisa berubah-ubah dan bahkan bisa berubah paradigma kita ketinggal atau tidak cocok. Dalam buku Steven Covey paradigma ketergantungan kita selalu menetapkan pola pikir atau prinsip kita itu tergantung dari situasi atau tergantung dari orang lain, paradigma kemandirian yaitu orang yang proaktif, punya visi, punya tujuan punya cita-cita kemampuan untuk menentukan prioritas. Paradigma ketergantungan kemenangan wilayah publik Xaverius sebagai Yayasan sebagai  paradigma saling ketergantungan hidup mati nya Yayasan ini akan ditentukan oleh sinergitas  antar elemen yang ada didalamnya ada yang pribadi ada yang kelompok unit-unit sekolah, rayon-rayon dan juga kepengurusan yang ada di Yayasan Xaverius semua menjadi saling ketergantungan dan paradigma saling ketergantungan. Paradigma revolusi mental yaitu paradigma yang harus diubah dengan cepat akan menjadi revolusi bukan evolusi yang pelan-pelan harus cepat dan harus menerima karna ada sesuatu yang baik. Kemajuan teknologi itu menjadi ciri khas dari arus zaman, kita harus bisa menyesuaikan mentalitas  yang baru, mentalitas orang muda itulah yang kita pakai dan  tolerasi saling mengormati. Kasih Allah yang mengatasi semesta alam ini sebetulnya menjadi alasan yang cukup bagi kita untuk mengandalkan Allah selalu dalam kehidupan kita,” begitu jelasnya.

Setelah misa selesai yaitu prosesi pelantikan dan serah trima jabatan kepala sekolah dibawah naungan Yayasan Xaverius Tanjung karang yang dipandu oleh Yudar Ispianto selaku staff Administrasi Yayasan Xaverius Tanjung Karang. Ia menjelaskan bahwa “Yayasan Xaverius Tanjung Karang memiliki struktur organisasi yaitu: Pembina Yayasan: Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, Pengawas Yayasan: RD. Piet Yoenanta Sukowiluyo, Ketua Pengurus Yayasan Xaverius Tanjung Karang: RD. Andreas Sutrisno,” begitu ucapnya. Susunan Acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Xaverius Tanjung Karang di pimpin oleh Susana Tutwuri Handayani selaku kepala sekolah SMP Xaverius 3 Bandar Lampung. Pembacaan SK pemberhentian dan pengangkatan kepala sekolah Xaverius di bacakan oleh F. Joko Winarno selaku kepala divisi human capital. Selanjutnya penandatangan serah terima jabatan kepala sekolah Xaverius.

Pengucapan janji dan melantik kepala sekolah yang baru yang terdiri dari 11 kepala sekolah di pimpin oleh RD. Andreas Sutrisno selaku ketua Yayasan, Kepala sekolah yang baru diberi berkat perutusan oleh Bapa Uskup dan didampingi oleh para Romo yang hadir dan sesi foto bersama. Sambutan kepala sekolah yang lama yang diwakili oleh Y. Anjar Asmarawati dari unit SMP Xaverius Metro, sambutan kepala sekolah yang baru diwakili oleh FX. Agung Sucahyo dari unit SMA Xaverius Bandar Lampung dan terakhir  sambutan ketua Yayasan tanjung karang RD. Andreas Sutrisno.

Dalam sambutannya kepala sekolah lama yang diwakili oleh Y. Anjar Asmarawati mengatakan bahwa “ Banyak pengalaman selama menjadi kepala sekolah, pengalaman yang luar biasa yang mematangkan menjadi seorang leader dan manager disekolah masing-masing, selaku kepala sekolah lama kami minta maaf  jika belum mampu  mewujudkan semua yang menjadi harapan Yayasan maupun sekolah. Harapanya, semoga bagi kepala sekolah yang lama maupun baru, semoga tanggung jawab itu dimaknai disebuah berkat yang diberikan bapak/ibu berkat untuk mendampingi generasi muda, agar kelak dapat bermanfaaat bagi negara kita, menjadi perpanjangan tangan Yayasan Xaverius Tanjung Karang untuk melayani dan mewartakan kabar gembira melalui dunia pendidikan, kami berharap sekolah kita ini terus bergerak maju, terus berkembang dan tetap menjadi pilihan pertama masyrakat,” begitu ujarnya.

Sambutan kepala sekolah yang baru diwakili oleh FX. Agung Sucahyo dari unit SMA Xaverius Bandar Lampung mengatakan bahwa “Mengucapkan terimaksih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, sungguh ini adalah suatu kehormatan yang tidak pernah sekalipun kami impikan. Tuhan mengizinkan kami berkarya di ladang-Nya melalui dunia pendidikan di Yayasan Xaverius Tanjung Karang, mohon doa bahwa tugas baru ini bukan semata-mata lebih kepada jabatan kepala sekolah tetapi lebih kepada tanggung jawab yang harus kami jalankan supaya kami mampu memberikan yang terbaik bagi anak didik kami. Lebih-lebih untuk mewujudkan perkembangan zaman ilmu teknologi kurikulum harus  berubah. Dimana pola pikir guru, kemudian gaya mengajar semua harus menyesuaikan dengan karakteristik serta perkembangan yang dibutuhkan oleh anak didik pada zaman ini. Kami sadar bahwa kedepan, jalan yang kami lalui tidaklah selalu mulus , jalan sudah dipersiapkan oleh para pendiri dan yang meneruskan kami. Kami mohon kerjasama dari kepala sekolah, pengurus, pengawas, pembimbing maupun dengan rekan-rekan SDM, sehingga kedepannya nanti kami mampu mengemban tugas menjalankannya, memabangun Xaverius menjadi lebih baik lagi sesuai dengan tujuan yang akan kami capai dalam renstra 4 tahun kedepan visi itu sudah ada kami mohon bimbingan sehingga kami tidak keluar dari jalur itu,” ucapnya.

Dalam sambutan RD. Andreas Sutrisno mengatakan bahwa “ Perangkat Yayasan Xaverius Tanjung Karang ada dewan Pembina Mgr. Vinsensius Triatmojo  anggotanya RD. Anjarsi dan Sapta Rini , dewan pengawas RD. Piet anggotanya Bronto dan dewan pengurus Yayasan ketua RD. Andreas Sutrisno, sekertaris Gisik, bendahara RD. Radit, anggotanya Gunawan, Ekwandari, Alex dan RD. Agus. Pada tahun 2018 dan seterusnya kepala sekolah yang harus ditunjuk itu tidak sepenuhnya  menjadi hak vito Yayasan tetapi harus disiapkan untuk digladi dan diberi dibekal sehingga mereka mempunyai sertfikat kepala sekolah. Kalau sekarang mencari guru penggerak kita masuk dalam suasana seperti ini. Maka mau tidak mau, kita harus berubah dan untuk berubah ini memang perlu  revolusi suka tidak suka ada revolusi maka perubahan ini yang kita lakukan, lalu perubahan-perubahan yang juga yang kita wujudkan yaitu dengan kita mengadakan renstra di Januari 2023, juga kita terbuka dengan situasi sekolah kita dan dari sini kita pun harus mau terbuka bahwa Yayasan dan sekolah kita harus berubah. Perubahan mulai dari visi, misi juga berdampak pada perubahan dalam perangkat-perangkat dikantor Yayasan. Maka dengan perubahan ini kita dengan semangat revolusi kita akan gerak cepat terus bekerja. Sekolah swasta  kurikulum mengikuti dengan kementrian pendidikan. Kaitannya dengan SDM atau dengan karyawan atau pegawai kita  mengikuti UU cipta kerja atau uu ketenaga kerjaan kita harus menyesuaikan. Maka Yayasan akan sungguh mengalami gerak cepat dan sekarang sudah kita rasakan bahawa Yayasan sekarang ini sudah dinyatakan sama dengan Perusahaan dalam keperaturan kepgawaian disebut, perusahan Yayasan xaverius. Mau tidak mau harus kita terima, karena itu adalah tuntutan  dari  UU Yayasan dan kita ini termasuk badan hukum. Maka dengan ini Yayasan juga menyesuaikan. Dalam menyesuaikan ini ternyata perlu waktu, secara khusus bahwa Yayasan punya harapan punya keinginan dibulan Juli ini pola penggajian kita akan mengadakan perubahan,Itu perubahan-perubahan yang akan kita alami terus menerus. Yayasan mengucapkan terimaksih kepada  bapak ibu yang telah mengemban tugas sebagai kepala sekolah dan telah menyelesaikan, maka sumbangsih pemikiran tenaga bapak/ ibu untuk menjaga kelangsungan sekolah Xaverius sampai sekarang masih hadir masih bertahan, tentu saja jasa dan pengalaman Bapak/Ibu tidak bisa terhitung tidak bisa kita nilai tetapi sungguh  kami rasakan dan kami sungguh kami bisa mengalami sekolah Xaverius masih terus berjalan, kita bertekad menjaga warisan yang telah diberikan kepada kita, walaupun berat, walaupun tantangannya cukup luar biasa tetapi kita dengan berjuang keras dengan seluruh tenaga kita berdarah-darah kita usahakan sebisa mungkin sekolah Xaverius jangan sampai ada yang tutup sebisa mungkin. Oleh karena itu kepala sekolah baik yang sedang menjalankan tugas sampai saat ini dan yang baru untuk terus bersinergi, bekerjasama  mari kita perjuangkan sekolah kita ini. Dengan tantangan zaman dan perubahan yang terjadi Yayasan juga sekarang ini mencoba melihat kembali anggaran dasar tetap mengikuti tuntutan zaman. Sejarah sekolah kita dibangun oleh prinsip peduli terhadap orang miskin maka dengan kedudukan Yayasan sebagai badan hukum atau PT  harus mencoba untuk mendapatkan sesuatu untuk menghidupi Yayasan dan juga pegawai yang ada disekolah kita. Tetapi, disisi lain harus peduli dengan saudara-saudara kita ada yang ketidak mampuan dalam  membayar yang harus ditanggung nya sehingga sinergi ini yang perlu kita bangun. Keuskupan kita punya yang namanya AKU atau ini bisa kita kembangkan untuk membantu alumni membangun kekuatan alumni semacam fondasi Xaverius, kerjasama sinergi, cita, prinsip dasar sekolah katolik terlibat kesejahteraan, sosialnya harus diperhatikan,”begitu jelasnya. Maka dengan adanya perubahan revolusi pergantian kepala sekolah yang baru harapannya dapat menjadikan perubahan untuk memajukan sekolah Yayasan Xaverius dan terus mengalami perubahan terus-menerus sehingga menjadi sekolahan yang unggul dan transformatif secara berkesinambungan.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *