PERJALANAN KATARINA TITIK BUDIATI DALAM MENGEMBANGKAN TK XAVERIUS KALIANDA

Katarina Titik Budiati memulai karirnya di TK Xaverius Kalianda pada Juni 1993, ketika sekolah baru saja membuka ajaran pertamanya dengan hanya 15 murid. Kondisi sekolah saat itu sangat minim, baik dari segi sarana, prasarana, maupun keamanan lingkungan. Binatang liar masih sering berkeliaran, dan suasana di sekitar sekolah sangat sepi dan tidak aman. Namun, semua tantangan tersebut tidak mematahkan semangat Katarina untuk merintis peran sebagai pendidik dan membangun sekolah ini.

Selama lebih dari 19 tahun, dari 1993 hingga 2012, Katarina mengajar seorang diri tanpa bantuan tambahan guru. Ia bahkan tinggal di sekolah dari tahun 1993 hingga 2010. Dengan gaji yang sangat minim, ia tetap melaksanakan tugasnya dengan dedikasi penuh, membuat alat peraga edukatif (APE) dari bahan-bahan seadanya karena keterbatasan fasilitas. Di masa-masa awal tersebut, ketua yayasan adalah Cep Harsoyo, dan Katarina berjuang di bawah kepemimpinan kepala sekolah Sr. Xaveria, HK (1993-1994), Sr. Antonia, HK (1994-1997), Sr. Martha, HK (1998-2000), Sr. Magdalena, HK (2000-2004), dan Sr. Benedikta, HK (2004-2012).

Pada tahun 2012, TK Xaverius Kalianda mulai melihat perubahan, terutama saat Sr.Yulia,HK menjabat sebagai kepala sekolah (2012-2018). Veronika Iis Bandarum bergabung sebagai guru pada tahun 2018, memberikan Katarina dukungan dalam mengajar. Kehadiran Veronika menandai titik penting, di mana sekolah akhirnya memiliki dua guru dan satu kepala sekolah. Veronika mengajar di TK Xaverius Kalianda sebagai guru honorer,ia mengajar selama kurang lebih lima tahun hingga berakhir pada tahun 2023.

Pada awal ajaran baru 2018, Katarina diangkat menjadi kepala sekolah TK Xaverius Kalianda. Selama masa jabatannya hingga 2024, ia mengalami perpanjangan kerja sejak tahun Juni 2022-Juli 2023,hingga berakhir pada Juni 2024 dan berhasil membawa perubahan signifikan bagi sekolah.Tambahan tenaga pengajar lain, seperti Maria Magdalena Tika Damayanti,yang mengajar selama kurang lebih empat tahun sejak tahun 2019 hingga berakhir 2023 semakin memperkuat tim pengajar di sekolah tersebut. Pada tahun 2022 terdapat tambahan 3 guru Birgitta Yusi Rahmaelela, Kristina Purwanti dan Clara Yuli Kristanti. Dengan adanya tambahan guru di TK xaverius kalianda dan Tk Xaverius pasuruan yang merupakan sekolah fillial menjadi semakin semangat untuk mengembangkan keberadaan sekolah.

Selama menjadi kepala sekolah sejak ajaran tahun 2018-2024, Katarina berhasil meluluskan 92 anak. Di bawah kepemimpinannya, para lulusan TK Xaverius Kalianda berhasil menempuh jalan hidup yang beragam, ada yang menjadi dokter, polisi, TNI, pengusaha, dan guru. Hal yang paling membanggakan bagi Katarina adalah melihat keberhasilan anak didiknya dan mengetahui bahwa banyak dari mereka yang kini mempercayakan pendidikan anak,cucu mereka di sekolah yang sama.

Katarina menyadari bahwa perjuangannya selama 31 tahun di TK Xaverius Kalianda bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, kegigihannya telah membuahkan hasil yang besar, membuat TK Xaverius Kalianda terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat. Teknologi dan perkembangan zaman yang pesat juga membantu memperluas pengaruh sekolah ini di lingkungan sekitarnya.

Menjelang masa purnabaktinya pada Juni 2024, Katarina menuturkan harapannya, “Semoga TK Xaverius Kalianda tetap berkembang maju dan masih dipercaya oleh masyarakat yang ada di sekitarnya.” Kata-kata ini mencerminkan tekad dan dedikasinya yang tidak pernah pudar, bahkan setelah tiga dekade berkarya.

Perjalanan Katarina Titik Budiati di TK Xaverius Kalianda adalah bukti nyata bahwa kerja keras, dedikasi, dan cinta pada profesi dapat mengubah sebuah institusi dari yang sangat sederhana menjadi pusat pendidikan yang kokoh dan berkembang. Semoga semangatnya terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *