
Pada hari Jumat, 20 September 2024, TK Xaverius Kalianda dan Pasuruan melaksanakan kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang ketiga dengan tema “Menjadi Anak Katolik yang Benar.” Kegiatan ini diikuti oleh 16 anak dari TK Xaverius Kalianda dan 10 anak dari TK Xaverius Pasuruan. Dua guru, Clara dan Yesica, mendampingi anak-anak di TK Xaverius Kalianda, sementara Purwanti mendampingi di TK Xaverius Pasuruan.
Kegiatan ini dibuka dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman Kitab Suci dari Kitab Habakuk 2:1-5. Anak-anak diajak untuk belajar menjadi orang yang beriman dan melakukan hal-hal yang benar sesuai dengan ajaran iman Katolik. Kitab Habakuk menekankan pentingnya memiliki iman yang teguh dan menjalankan hidup dengan sikap benar di hadapan Tuhan.

Selama kegiatan, anak-anak tampak bergembira dengan menyanyikan lagu dinamika “Tu Wa Ga Pat,” yang menambah semangat mereka. Setelah itu, anak-anak diajarkan untuk mengenali berbagai perbuatan baik yang bisa dilakukan sehari-hari, seperti membantu orang lain, berbagi, rajin berdoa, membereskan mainan, menyayangi teman, tidak memukul, dan menyapa orang yang dikenal. Hal ini membuat anak-anak senang karena mereka belajar bahwa menjadi anak yang benar berarti berbuat baik kepada sesama.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan iman anak-anak sejak dini, dengan harapan mereka bisa menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak untuk membuka Kitab Suci dan memahami bahwa iman yang benar memerlukan ketaatan dan kesetiaan kepada Allah. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk sabar dan tekun, terutama dalam menghadapi kesulitan dan menjalankan tugas-tugas mereka sebagai anak didik, yaitu belajar dengan rajin dan tekun. Kemudian dilanjutkan doa penutup serta berkat pengutusan dan bergembira dengan menyanyikan lagu “ Yok Terlibat”.
Melalui pendalaman Kitab Habakuk 2:1-5, anak-anak mendapatkan dua pesan penting: pertama, beriman kepada Allah, yang berarti selalu taat dan setia kepada-Nya; dan kedua, sabar dan tekun dalam menghadapi segala tantangan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, iman anak-anak semakin tumbuh dan mereka dapat menjadi anak-anak Katolik yang benar, selalu berbuat baik, dan menjalani hidup sesuai ajaran Tuhan.
