PERTEMUAN BKSN KEDUA TK XAVERIUS KALIANDA DAN PASURUAN: “ALLAH SUMBER KEMULIAAN”

Pada Jumat, 13 September 2024, TK Xaverius Kalianda dan Pasuruan melaksanakan Pertemuan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) kedua dengan tema “Allah Sumber Kemuliaan.” Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak pentingnya memulihkan kemuliaan yang telah diberikan oleh Allah, serta menanamkan nilai-nilai iman sejak dini.

Pertemuan di TK Xaverius Kalianda diikuti oleh 16 anak dan didampingi oleh dua guru, Clara dan Yesica. Sementara di TK Xaverius Pasuruan, kegiatan diikuti oleh 10 anak yang didampingi oleh Kepala Sekolah Birgitta Yusi Rahmaelela serta guru Purwanti.

Acara dimulai dengan dinamika penuh kegembiraan melalui lagu “Do Itulah Dosamu,” yang mengajak anak-anak untuk memahami konsep dosa dan pertobatan secara ringan dan ceria. Setelah itu, kegiatan dibuka dengan doa pembukaan dan pembacaan Kitab Suci dari Kitab Nahum 2:1-2. Dalam bacaan tersebut, disampaikan bahwa Allah berjanji akan memulihkan kemuliaan manusia meskipun mereka seringkali jatuh dalam dosa.

Dalam sesi pendalaman iman, anak-anak diajak untuk merenungkan bagaimana tipu daya dosa selalu berusaha melemahkan manusia. Oleh karena itu, manusia perlu belajar mengakui kesalahan dan berusaha untuk memulihkan kemuliaan dirinya dengan meminta maaf dan mengubah perilaku menjadi lebih baik. Untuk memperkuat pemahaman ini, anak-anak diberi kesempatan bermain menyusun menara dari balok. Permainan ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak agar berani mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf, serta belajar memaafkan orang lain dengan tulus.

Selama permainan, anak-anak menyusun balok secara bergantian. Jika menara balok tersebut roboh, anak yang menyebabkan robohnya bangunan harus berdiri di tengah kelompok dan dengan keras berkata, “Saya minta maaf,” yang kemudian disambut oleh teriakan teman-teman lainnya, “Kami maafkan.” Riris, salah satu peserta, mengalami kekalahan saat menyusun balok dan harus meminta maaf kepada teman-temannya. Kegiatan ini membawa keceriaan bagi anak-anak dan menjadi sarana belajar tentang pengampunan dan tanggung jawab.

Setelah permainan, dilanjutkan dengan sesi refleksi, di mana anak-anak diajak untuk berbagi mengenai kelebihan dan kekurangan diri mereka. Beberapa anak menyebutkan bahwa mereka memiliki kelebihan dalam menari, menggambar, bermain alat musik, dan menyanyi. Namun, mereka juga dengan jujur menyatakan kekurangan mereka, seperti belum mandiri dalam beberapa hal dan masih membutuhkan bantuan orang lain. Kemudian kegiatan ini ditutup dengan doa penutup serta berkat pengutusan dan ditutup dengan lagu “Kasih Yesus Mengalahkan Segalanya”.

Pertemuan BKSN kedua ini diharapkan dapat membantu anak-anak memahami bahwa Allah selalu memulihkan kemuliaan manusia, meskipun mereka seringkali melakukan kesalahan. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak tentang pentingnya mengakui kesalahan, meminta maaf, dan memaafkan orang lain sebagai bentuk kasih dan kedewasaan. Harapan dari kegiatan ini adalah agar iman anak-anak terus tumbuh dan berkembang sejak usia dini, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup mereka.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *